RSS

45 Tokoh Menilai SBY-Boediono Gagal, Harus Tahu Diri dan Mundur

13 Aug

JAKARTA,RIMANEWS-Sedikitnya 45 tokoh nasional berkumpul di Hotel Four Season, Jakarta Senin malam (8/9). Dengan tegas mereka menyatakan sikap jika pemerintahan SBY-Boediono telah melenceng dari tujuan dan cita-cita kemerdekaan, SBY-Boed gagal dan harus tahu diri serta secepatnya mundur !.

Hariman Siregar menyatakan pernyataan sikap dalam forum ini menunjukkan sudah ada kesamaan penilaian, pandangan dan visi bahwa pemerintahan SBY-Boediono sudah tak layak dipertahankan karena gagal, tak amanah, dan  negara dalam keadaan bahaya. ”Indonesia dalam keadaan kritis, dalam bahaya, kita harus terpanggil untuk mewakafkan diri kita demi keselamatan bangsa  dan negara,” tegas Tokoh Malari dan mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI  ini.

Diantaranya ke 45 tokoh yang hadir dan berbicara antara lain,  Prof KH Ali Yafie, Hariman Siregar, Sukardi Rinakit, Soeryadi Sudirja, Adnan Buyung Nasution, Soegeng Sarjadi, Letjen Marinir (Purn) Suharto,  Sri Palupi, Mgr Situmorang, Fanny Habibie, Bursah Zarnubi, Gurmilang Kartasasmita, Tyuk Sukadi, B Wiwoho,Mayjen TNI (Purn) Purwanto, Mulyana W Kusuma dan Tyasno Sudarso.

Ke 45 tokoh tersebut sepakat saat ini sudah terjadi penyimpangan terhadap cita-cita dan semangat proklamasi kemerdekaan. Kehidupan bernegara dan berbangsa, kata mereka telah mengarah ke jurang kehancuran.

Cita-cita proklamasi 1945 dengan tegas menyatakan bahwa tujuan bernegara adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam pergaulan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Namun pada kenyataannya, saat ini semakin benar-benar sudah jauh dari yang dicita-citakan para founding fathers.

Secara objektif kondisi bangsa saat ini semakin memburuk bahkan mengarah pada kehancuran. Kerusakan telah terjadi di semua aspek dan lini kehidupan.

Setidaknya ada 7 krisis nasional yang melanda. Yakni krisis kewibawaan kepala pemerintahan, krisis kewibawaan kepala negara, krisis kepercayaan terhadap parpol, krisis kepercayaan kepada parlemen, krisis efektifitas hukum, krisis kedaulatan sumber daya alam, krisis kedaulatan pangan, krisis pendidikan, krisis integrasi nasional.

Dalam hemat ke 45 tokoh, semua itu terjadi karena pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) tidak efektif, lemah, dan hanya mengejar pencitraan diri ketimbang kerja nyata. Terjadi disorientasi dari SBY selaku presiden. Rakyat sekarang ini bertahan hidup karena usaha mereka sendiri dan bukan karena peran negara. Negara tidak hadir ketika rakyat membutuhkan.

Terlalu beresiko bagi bangsa jika situasi seperti ini terus berlangsung. Rakyat akan semakin pesimis dan terpuruk. Apabila presiden SBY tidak bisa menghentikan demoralisasi dan anomali kehidupan berbangsa dan bernegara maka keharusan konstitusional bahwa SBY harus diganti pada 2014 otomatis gugur. Bangsa dan negara harus diselamatkan saat ini juga.

Saat ini perubahan merupakan conditio qua non, semakin cepat semakin baik agar ongkos politik, biaya ekonomi, dan resiko sosial-budaya bisa berkurang.

“Kami menegaskan agar DPR mengambil langkah politik untuk segera mengakhiri kekuasaan yang hanya menyandera rakyat. Kepemimpinan SBY sudah terbukti tidak mampu dan secara moral sudah tidak patut untuk menyelenggarakan negara dan kekuasaan pemerintahan,” demikian salah satu poin desakan yang disampaikan ke 45 tokoh nasional. Advokat tiga zaman, Adnan Buyung Nasution, adalah salah seorang tokoh nasional yang hadir dalam pertemuan 45 tokoh di Hotel Four Seasons, Jakarta, malam ini (Senin 8/8).

Bang Buyung mengungkapkan bagaimana perjuangan menuju kemerdekaan telah dilakukan dengan susah payah. Tapi, kemerdekaan itu dikhianati oleh pemerintahan saat ini.

“Saya dukung sepenuhnya wacana ini (mengakhiri pemerintahan), pemerintah sudah tidak melihat dan mendengar,” ujarnya diikuti tepuk tangan dan gema takbir.

Bahkan lebih dari itu, menurut Buyung pemerintah SBY-Boediono tidak lagi mempunyai hati nurani.

“Saya sudah capek memperingati SBY ini dari dalam dan luar. Kita tidak bisa membiarkan rakyat seperti ini. Kita setuju harus segera melakukan aksi nyata,” tegasnya.

“Kita juga lakukan seruan kepada DPR untuk mengambil sikap tegas. Kalau tidak rakyat akan bubarkan mereka. Saya harap SBY tahu diri harus mundur,” pinta Buyung.

Keprihatinan terhadap rendahnya kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditunjukkan oleh 45 tokoh bangsa dalam rapat revitalisasi cita-cita dan semangat proklamasi kemerdekaan di Jakarta, Senin (8/8). Para tokoh menilai berbagai penyimpangan di Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Salah satu tokoh Soegeng Sarjadi merasakan bahwa fungsi kenegaraan tidak berjalan efektif. Partai politik dan pemerintah pun tidak bekerja baik. Para tokoh pun akhirnya merasa terpanggil untuk membahas persoalan negara.

Ketua Soegeng Sarjadi Syndicate itu mengatakan pesan dari pertemuan 45 tokoh ini seharusnya menjadi pegangan pemerintah dan DPR. “Jika pesan para tokoh ini tidak didengarkan dan rakyat yang berbicara itu justru lebih berbahaya,” ujarnya.

Pertemuan ini untuk membuka mata hati pemimpin negara agar dapat lebih bijak lagi. Karena masih banyak korupsi dan kebijakan-kebijakan yang masih belum sesuai.(RIMA/berbagai sumber)

 

src: http://www.rimanews.com/read/20110808/37404/45-tokoh-menilai-sby-boediono-gagal-harus-tahu-diri-dan-mundur

 
Leave a comment

Posted by on August 13, 2011 in Article

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: